• Darryl Han

MAKING INSURANCE NOT A BOOMER THING



A Venture to Financial & Insurance Literacy Without Screaming “Fellow Kids!”

Asuransi di Indonesia sepertinya masih dianggap menjadi kebutuhan tersier dan nampaknya identik dengan generasi Boomer yang “sakit-sakitan”. Terbukti dengan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Dewan Asuransi Indonesia (DAI) yang mengungkapkan bahwa hanya 1,7% orang Indonesia yang memiliki asuransi dengan indeks penetrasi sebesar 15,76%, artinya dari 100 orang Indonesia, hanya 15/16 orang saja yang mempunyai pengetahuan dasar atas asuransi. Untuk itulah BUSS menyatakan perang terhadap iliterasi asuransi dan finansial, khususnya pada kaum muda dan milenial.


Didirikan oleh Liem Lie Sia pada 2015, BUSS merupakan bagian dari Allianz Life Indonesia, memfokuskan diri untuk membangun generasi yang melek asuransi dan mapan finansial. Membuktikan bahwa asuransi dan bisnis asuransi adalah komoditas untuk semua segmen masyarakat, bukan hanya yang tua dan yang sakit.


The time you realize that you need insurance is when it’s too late.” Untuk mencegah ungkapan tersebut, BUSS mulai menargetkan bidikannya pada generasi muda di Indonesia. Dan cara apa yang lebih baik untuk menjangkau audiens selain langsung menargetkan tempat dimana mereka menghabiskan waktunya? Lebih dari 67% milenial dan 74% Gen Z menghabiskan 2 sampai 3 jam waktu mereka setiap harinya di sosial media (GlobalWebIndex), dan sekitar 65% dari mereka mengaku mendapat eksposur dan interaksi dengan sebuah brand lewat sosial media pula (Nielsen).


Pada 2018, BUSS mulai merambah ke sosial media khususnya Instagram dengan menerbitkan konten-konten yang menekankan pada literasi kemapanan finansial, tips dan trik keuangan, pentingnya asuransi, hingga peluang dari bisnis asuransi. Disampaikan dengan ukuran bite-size juga relatable. Mengkomunikasikan kesadaran akan risiko-risiko yang menanti apabila hidup tidak didampingi oleh proteksi. Tidak lupa didampingi dengan kata-kata kunci yaitu simple, jujur, dan relevan, bukan dengan ekspektasi-ekspektasi Boomer yang tidak realistis.


Sekarang, BUSS telah mempunyai lebih dari 13.000 anggota keluarga di seluruh Indonesia dengan lebih dari 50% anggotanya adalah kaum milenial. 2020 ini BUSS juga dilengkapi dengan coworking space yang modern untuk mengembangkan kemampuan entrepreneurship anggotanya, dan ikut memperkenalkan publik ke berbagai polis-polis cashless guna menjangkau juga mempermudah siapapun untuk berasuransi. Pada 2019, BUSS mencetak total premi lebih dari 1 triliun Rupiah dan menargetkan angka 1,7 triliun untuk 2020 ini.


Life comes at you fast, that’s why we need to go faster.

© 2020 oleh Studio Lengua. All Rights Reserved